SCABIES ( KUDIS )

Erfa Muslimah Selasa, 25 September 2018 234 Kali

Disusun oleh dr. Nooraisyah Pato, MARS Plt. Kepala Puskesmas Sebatung Kecamatan Pulau Laut Utara

Definisi

Kudis atau yang dikenal dalam istilah medisnya dengan skabies (scabies) adalah kondisi menular kulit yang disebabkan oleh penyusupan tungau kecil ke dalam lapisan kulit luar.

Tungau berukuran kecil ini sangat senang bersarang di lapisan kulit manusia, dengan cara menggali terowongan dan bertelur di dalam kulit sehingga penderitanya dapat merasakan gatal dan kemerahan di kulitnya.

Penyakit ini mudah menular baik dari manusia ke manusia maupun dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Penyebarannya dapat secara langsung melalui sentuhan langsung dengan penderita maupun secara tak langsung melalui baju, seprai, handuk, bantal, air, atau sisir yang pernah digunakan penderita.

Gejala

Ketika seseorang terkena kudis atau skabies untuk pertama kalinya, butuh 4-6 minggu untuk kulit bereaksi. Gejala yang paling umum dirasakan antara lain adalah :

Gatal intens, terutama pada malam hari. Ruam seperti jerawat.

Lece

Luka yang disebabkan oleh garukan. Pada tahap awal, kudis mungkin keliru untuk kondisi kulit lainnya karena ruam terlihat mirip dengan jerawat atau gigitan nyamuk. Rasa gatal paling parah biasanya akan terjadi pada anak-anak dan orang tua. Gatal akan semakin parah ketika malam hari karena tungau mulai aktif di kulit.

Ciri lain dari kudis adalah munculnya liang seperti terowongan di kulit. Garis-garis pada kulit yang lebih timbul biasanya berwarna kulit atau berwarna putih keabu-abuan. Terowongan ini diciptakan ketika tungau betina masuk tepat di bawah permukaan kulit. Setelah membuat liang, masing-masing tungau betina meletakkan 10-25 telur di dalamnya.

Tungau kudis dapat hidup di mana saja pada tubuh, tetapi beberapa tempat favorit mereka termasuk:

Sela jari. Lipatan pergelangan tangan, siku, lutut. Sekitar pinggang dan pusar. Pada lipatan payudara atau alat kelamin serta selangkangan. Kepala, leher, wajah, telapak tangan, dan telapak kaki pada anak-anak yang sangat muda. Penyebab Kebanyakan orang dengan kudis hanya membawa 10-15 tungau pada waktu tertentu, dan masing-masing tungau kurang dari setengah milimeter panjangnya. Hal ini membuat mereka sangat sulit untuk terlihat oleh mata telanjang. Dengan mata telanjang, tungau mungkin terlihat seperti titik-titik hitam kecil pada kulit. Sebuah mikroskop dapat mengidentifikasi tungau, telur, atau kotoran tungau yang diambil dari cutikan kulit. Ukuran kutu (tungau) betina sekitar 0,3-0,4 mm, sedangkan untuk S. scabei jantan berukuran setengah dari ukuran betina.

Mekanisme Penyebaran / penularan Kudis biasanya menyebar dengan kontak kulit ke kulit sehingga memberikan waktu untuk tungau merangkak dari satu orang ke orang lain. Barang-barang pribadi yang digunakan bersama, seperti tempat tidur atau handuk, kadang-kadang juga dapat menjadi media penjalaran tungau. Kudis dapat menular dengan mudah dalam anggota keluarga atau pasangan seksual.

Namun, kudis tidak mungkin menyebar melalui jabat tangan atau pelukan yang dilakukan dengan cepat. Tungau tidak bisa melompat atau terbang, dan merangkaknya pun sangat lambat.

Dapatkah tertular kudis dari hewan piaraan? Anjing dan kucing juga dapat tertular kudis. Namun, kudis anjing dan kucing tidak disebabkan oleh jenis tungau yang sama dengan jenis tungau manusia.

Anda bisa saja terkena tungau dari hewan piaraan, tetapi tungau ini tidak dapat bereproduksi pada kulit manusia. Ini berarti manusia tidak dapat tertular kudis dari hewan karena tungau hewan biasanya mati pada kulit manusia dan tidak menyebabkan gejala yang serius.

Berikut ini adalah orang-orang yang berisiko tinggi tertular kudis, di antaranya: Orang dewasa yang aktif secara seksual. Narapida. Orang-orang yang tinggal secara berasrama. Orang yang tinggal dalam kondisi yang penuh sesak. Orang-orang di fasilitas penitipan anak.

Komplikasi Gatal intens yang ditimbulkan kudis membuatnya sulit untuk tidak digaruk. Sering menggaruk justru dapat membuat luka terbuka yang rentan terhadap infeksi. Infeksi kulit bakteri, seperti impetigo, adalah komplikasi yang paling umum dari kudis. Jika sudah muncul gejala infeksi biasanya harus diobati dengan salep antibiotik. Sejumlah kelompok orang yang lebih berisiko mengalami komplikasi ini adalah para manula yang tinggal di panti jompo, ibu hamil, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya, akibat mengidap HIV, menjalani kemoterapi, atau menggunakan obat steroid).

Diagnosis Dalam kebanyakan kasus, dokter dapat mengidentifikasi kudis berdasarkan munculnya ruam dan deskripsi dari gatal (terutama malam hari). Kadang-kadang sampel kulit digunakan untuk mengonfirmasi diagnosis. Kulit dari daerah yang terkena diperiksa menggunakan mikroskop untuk mendapatkan sampel tungau, telur, atau kotoran tungau.

Pengobatan Penanganan pertama yang harus dilakukan untuk mengobati kudis atau skabies adalah dengan obat-obatan. Beberapa krim dan lotion harus diberikan dengan resep dokter. Obat atau krim yang diberikan harus dioles ke bagian tubuh yang mengalami kudis dan dibiarkan setidaknya selama 8 jam. Salep Kudis tidak akan pergi dengan sendirinya namun hanya dapat disembuhkan dengan obat resep yang membunuh tungau. Pengobatan krim atau salep yang dioleskan ke seluruh tubuh dari leher ke bawah dalam banyak kasus kemudian salep dibiarkan selama 8-14 jam dan kemudian dicuci.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan pil untuk mengobati kudis. Perawatan memakan waktu hingga tiga hari, tergantung pada obat-obatan yang digunakan. Obat gatal Obat gatal diberikan Untuk mengontrol gatal, terutama pada malam hari, obat yang biasa diberikan dokter adalah antihistamin. Krim hidrokortison juga dapat membantu, tetapi dapat mengubah tampilan ruam kudis, membuat kondisi lebih sulit untuk didiagnosis. Krim steroid lebih baik digunakan setelah salep scabies telah diberikan.

Antibiotik

Obat antibiotik diperlukan jika sudah muncul gejala infeksi berdasarkan hasil pemeriksaan dokter. Ketika seseorang didiagnosis dengan kudis, siapa saja yang melakukan kontak fisik dekat dengan orang tersebut juga harus diobati. Hindari kontak termasuk tidur di ranjang yang sama atau bersentuhan dengan penderita. Dokter biasanya merekomendasikan memeriksakan semua anggota keluarga yang tinggal serumah, bahkan jika gejala kudis belum muncul. Pencegahan Kudis Tungau kudis dapat hidup sampai 2-3 hari di permukaan pakaian, selimut, atau handuk.

Untuk memastikan tungau ini mati, cuci setiap lembar pakaian, selimut, maupun handuk yang digunakan oleh orang yang terkena dalam tiga hari terakhir. Cuci barang-barang tersebut dalam air panas dan keringkan dengan pengering panas atau keringkan ke tempat pengering yang bersih. Barang yang tidak dapat dicuci harus ditempatkan dalam kantong plastik tertutup selama tujuh hari. Obat kudis dapat membunuh tungau dan telur dengan cepat, dan pasien biasanya dapat kembali ke sekolah atau bekerja dalam 24 jam setelah memulai pengobatan. Namun, gatal dapat bertahan selama beberapa minggu. Hal ini adalah hasil dari reaksi alergi yang sedang berlangsung di kulit. Jika gatal terus berlanjut selama lebih dari empat minggu atau ruam baru muncul, segera kunjungi dokter. Mungkin saja Anda perlu mengajukan permohonan resep obat kudis kembali.

Selain pengobatan pada pasien, beberapa langkah lain juga penting dalam memastikan bahwa kutu tidak akan menginfeksi Anda kembali yaitu : Membersihkan seluruh kamar/ rumah dengan cara : Menyapu, memvakum seluruh lantai dan karpet dalam kamar Anda. menjemur kasur dalam panas matahari. merendam seluruh tirai, sprei, baju, bed cover, selimut dll ke dalam air panas dan kemudian mencuci dan menjemurnya dibawah panas matahari. Jika lemari Anda terbuat dari kayu dan kondisinya cukup lembab maka berikan anti lembab dan kamper pada lemari/ mengganti lemari kayu Anda dengan lemari plastik.

Mengganti tirai, sprei, selimut dll seminggu - 2 minggu sekali. Jemur bantal dan guling Anda. Menggunakan lotion calamin pada tempat gatal, hindari menggaruknya yang akan memperburuk kondisi Anda. Obati juga keluarga Anda yang lain. Mandi dengan air suam kuku sampai rasa gatal menghilang.

Referensi : https://doktersehat.com/skabies-kudis/ https://mediskus.com/ Buku skema praktis panduan diagnosa ilmu kesehatan kulit dan kelamin, oleh DR. Dr. Sukmawati Tansil Tan, Sp.KK, FINSDV, FAADV , Sagung Seto 2018


KOMENTARI BERITA INI