Harga Bawang Di Pasar Kemakmuran Berangsur Turun

Erfa Muslimah Jum'at, 24 Mei 2019 249 Kali

     DISKOMINFO,- Harga bawang merah dan bawang putih yang beberapa waktu lalu sempat melonjak, dari pantauan di Pasar Kemakmuran Kotabaru mulai berangsur turun, Senin (13/5).

     Menurut salah seorang pedagang, Mega, bawang putih yang baru ia datangkan dari Bima, Nusa Tenggara Barat, harganya anjlok. Kondisi ini berdampak terhadap harga jual yang sebelumnya sempat mencapai Rp 70 ribu perkilogram kini menjadi Rp 45 ribu.

     “Tergantung modalnya, semalam Rp 50 ribu mengecer jadi Rp 70 ribu,” katanya.

     Sedangkan harga bawang merah yang sebelumnya Rp 40 ribu perkilogram turun menjadi Rp 35 ribu perkilogram. Penurunan harga sendiri ditengarai karena meningkatnya ketersediaan barang.

     Dengan meningkatnya stok di daerah sentra produksi dan ditambah masuknya komoditas impor, diharapkan harga akan segera kembali normal. Untuk bawang putih Kementerian Perdagangan menetapkan harga eceran tertinggi Rp 32 ribu perkilogram.

     “Dengan masuknya barang impor konfirmasi kami ke Banjarmasin pedagang besar sudah mengambil, diharapkan harga terus turun,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kotabaru Mahyudiansyah.

     Sementara itu, untuk beberapa komoditas bahan pangan lainnya kenaikan harga masih bertahan. Dinas Perdagangan Kabupaten Kotabaru fokus pada ketersediaan barang agar tidak terjadi kelangkaan, dengan terus melakukan koordinasi dengan pedagang maupun dinas perdagangan provinsi serta pihak kepolisian.

     “Kita memberikan konfirmasi kepada pedagang untuk menambah stok dan ke dinas perdagangan provinsi sejauh mana komoditas itu masuk ke Kalsel, trennya positif,” tambahnya.

     Kenaikan harga dikhawatirkan memicu aksi spekulan atau oknum pedagang yang ingin mengambil keuntungan besar dengan menimbun barang dan melemparnya ke pasar saat ada kekosongan.

     “Dengan adanya regulasi Kemendag jadi acuan bagi kepolisian untuk menindak, yang sekarang barang ada tapi dulunya tidak ada, berarti kan ada spekulasi untuk melempar barang saat kekosongan,” tandasnya. (fitri)


KOMENTARI BERITA INI

Berita Terkait