Banjir Bandang Melanda Sejumlah Kecamatan Di Kotabaru

Erfa Muslimah Selasa, 18 Juni 2019 211 Kali

     DISKOMINFO,- Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kotabaru di tengah hujan yang terus mengguyur nyaris sepanjang hari, Sabtu (8/6).

     Di Kecamatan Pulau Laut Utara, banjir tak hanya menggenangi jalan tapi juga rumah-rumah warga, seperti terjadi di Jalan Brigjen Hasan Basri Desa Semayap RT 4.

     "Hujannya dari subuh, air mulai naik sekitar jam sepuluh," ujar Mujiono Slamet, salah seorang warga. Selama ini daerah tempat tinggalnya memang langganan banjir, namun kali ini menurutnya lebih parah.

     Biasanya banjir di dalam rumah hanya semata kaki, tapi kini ketinggian air mencapai sekitar 20 sentimeter.

     "Kalau hujan terus-terusan ya pasti begini, sudah langganan. Tapi ini termasuk banjir yang paling besar," tambahnya.

     Mujiono menuding maraknya bangunan di bantaran sungai sebagai faktor penyebab banjir. Kondisi ini membuat sungai menyempit sehingga daya tampungnya berkurang, serta menghambat aliran air menuju laut.

     "Kalau dulu waktu belum ada rumah-rumah ya lancar, berapa puluh tahun saya tinggal di sini tidak pernah banjir," katanya.

     Banjir yang menggenang selama beberapa jam ini juga sempat memutus akses jalan di sejumlah titik di Jalan Raya Stagen hingga Jalan Raya Tanjung Serdang. Anggota kepolisian dibantu barisan relawan kebakaran (balakar) bersiaga di titik-titik banjir untuk mengatur lalulintas serta membantu pengendara yang lewat.

     Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotabaru Syafarudin Syukur mengatakan banjir bandang setidaknya dilaporkan terjadi di tujuh kecamatan, yakni Pulau Laut Utara, Pulau Laut Tengah, Pulau Laut Timur, Pulau Laut Barat, Pulau Sebuku, Kelumpang Utara, dan Kelumpang Tengah.

     “Selain curah hujan tinggi, saat ini air laut juga sedang pasang sehingga air lambat turunnya,” jelasnya. Mengutip data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Syafarudin menyebut kondisi ini diprakirakan berlangsung hingga Selasa (11/6).

     “Jadi kami imbau masyarakat agar waspada dan melakukan antisipasi, terutama mengamankan jaringan listrik dan peralatan elektronik,” katanya. (fitri)


KOMENTARI BERITA INI

Berita Terkait